Dana BOS Buat Cat Diduga Disunat, SDN Papandayan Kertasari Kusam: Kepsek Jadi Plt, Sekolah Tak Terurus
KERTASARI – Kondisi sarana pendidikan di wilayah Kertasari kembali menjadi sorotan. Kali ini, SDN Papandayan terlihat memprihatinkan dengan kondisi bangunan yang kusam dan tidak terawat. Muncul dugaan kuat adanya penyalahgunaan atau pemotongan (penyunatan) anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya dialokasikan untuk pemeliharaan gedung, termasuk pengecatan.
Kondisi Bangunan Memprihatinkan
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (14/04), dinding-dinding kelas di SDN Papandayan tampak mengelupas, berlumut, dan warna catnya telah memudar drastis. Kesan "tak terurus" sangat kental terasa saat memasuki area sekolah.
Padahal, menurut aturan penggunaan Dana BOS, terdapat komponen pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang seharusnya rutin dikucurkan setiap tahunnya. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan hasil yang bertolak belakang.
Jabatan Rangkap Jadi Sorotan
Terlantarnya kondisi fisik sekolah ini diduga kuat berkaitan dengan manajemen kepemimpinan di sekolah tersebut. Diketahui, Kepala Sekolah SDN Papandayan saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di sekolah lain.
"Bagaimana mau fokus mengurus bangunan dan lingkungan sekolah kalau kepala sekolahnya jarang ada karena harus membagi waktu di dua tempat. Akibatnya, pengawasan terhadap program sekolah, termasuk perbaikan fisik, jadi terbengkalai," ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan Pemotongan Anggaran
Informasi yang dihimpun dari beberapa pihak menyebutkan bahwa anggaran yang seharusnya digunakan untuk membeli cat dan kebutuhan renovasi ringan diduga tidak terealisasi sepenuhnya. Muncul indikasi bahwa anggaran tersebut "disunat" sehingga volume pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban.
Beberapa poin utama yang menjadi keresahan wali murid dan warga sekitar antara lain:
Warna Dinding Kusam: Tidak ada pengecatan ulang selama bertahun-tahun.
Fasilitas Rusak: Beberapa plafon dan jendela terlihat mulai lapuk tanpa ada upaya perbaikan.
Kurangnya Transparansi: Papan informasi penggunaan Dana BOS tidak terpampang dengan jelas di area sekolah yang mudah diakses publik.
Desakan Audit dari Dinas Terkait
Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap penggunaan Dana BOS di SDN Papandayan. Jabatan Plt yang diemban Kepala Sekolah juga diminta untuk dievaluasi agar manajemen sekolah kembali berjalan efektif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SDN Papandayan belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penyunatan anggaran maupun kondisi sekolah yang terbengkalai tersebut.
Editor :Tony Rosaman