RANCAEKEK, 13 April 2026 – Memasuki hari pertama sekolah setelah libur akhir pekan, kondisi memprihatinkan menimpa para siswa dan guru di SDN 7 Rancaekek,
Kabupaten Bandung. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa dihentikan total lantaran seluruh area sekolah masih terendam lumpur tebal sisa luapan Sungai Cikeruh.
Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan
Pantauan di lokasi pada Senin pagi menunjukkan hampir seluruh ruang kelas, mulai dari kelas satu hingga kelas enam, tertutup material lumpur dengan ketebalan mencapai 10 hingga 20 sentimeter. Tidak hanya ruang kelas, fasilitas vital lainnya seperti:
Ruang Guru dan Kepala Sekolah
Perpustakaan
Laboratorium Komputer
Area sanitasi/toilet
Semua fasilitas tersebut dalam kondisi kotor dan belum sempat dibersihkan sepenuhnya akibat debit air yang baru surut pada dini hari tadi.
KBM Dialihkan ke Pembelajaran Daring
Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa aktivitas fisik di gedung sekolah tidak memungkinkan untuk dilakukan demi keamanan dan kesehatan siswa.
"Lumpurnya sangat tebal dan licin. Kami tidak ingin mengambil risiko siswa terjatuh atau terkena penyakit kulit. Untuk sementara, KBM kami alihkan kembali ke sistem daring (online) hingga pembersihan selesai," ujar salah satu staf pengajar di lokasi.
Gotong Royong Pembersihan
Sejak pukul 08.00 WIB, sejumlah guru dibantu oleh beberapa orang tua siswa dan petugas kebersihan mulai berupaya membersihkan material lumpur menggunakan alat seadanya. Namun, mereka mengaku kesulitan karena terbatasnya pasokan air bersih untuk menyemprot sisa-sisa tanah yang sudah mulai mengering di lantai dan dinding.
Hambatan Utama Pembersihan:
Kurangnya Alat Berat/Pompa: Pembersihan manual memakan waktu sangat lama.
Pasokan Air Bersih: Minimnya akses air untuk membilas sisa lumpur.
Cuaca Tidak Menentu: Mendung tebal masih menyelimuti wilayah Rancaekek, memicu kekhawatiran akan adanya banjir susulan.
Harapan kepada Pemerintah Daerah
Warga sekolah dan orang tua murid sangat berharap adanya bantuan dari BPBD Kabupaten Bandung atau Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengerahkan mobil tangki air guna mempercepat proses evakuasi lumpur.
Hingga berita ini diturunkan, para guru masih berupaya menyelamatkan dokumen-dokumen penting dan inventaris sekolah seperti buku pelajaran yang sempat terendam air. Jika proses pembersihan berjalan lancar, sekolah ditargetkan bisa kembali digunakan pada pertengahan minggu ini.
Editor: Tony Rosaman