​​Polsek Rancaekek Gencar Operasi Pekat: Miras dan Premanisme Jadi Sasaran Utama


​Polsek Rancaekek Gencar Operasi Pekat: Miras dan Premanisme Jadi Sasaran Utama
​KABUPATEN BANDUNG – Guna menciptakan situasi kondusif dan menjamin keamanan warga, Kepolisian Sektor (Polsek) Rancaekek meningkatkan intensitas Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) di wilayah hukumnya. Operasi yang digelar hari ini, Jumat (08/05/2026), memfokuskan sasaran pada pemberantasan minuman keras (miras) ilegal serta penindakan aksi premanisme.

​Menekan Angka Kriminalitas
​Kapolsek Rancaekek menyatakan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas yang sering kali dipicu oleh konsumsi miras dan gangguan ketertiban dari kelompok premanisme.

​"Kami melakukan penyisiran ke sejumlah titik rawan di wilayah Rancaekek. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada peredaran miras ilegal serta mengamankan oknum-oknum yang meresahkan masyarakat dengan tindakan premanisme," ujar Kapolsek dalam keterangannya hari ini.

​Hasil Operasi Lapangan
​Dalam giat yang berlangsung sejak siang hingga malam hari tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan tindakan tegas di lapangan:
​Penyitaan Miras: Puluhan botol minuman keras berbagai merek dan beberapa liter miras oplosan berhasil disita dari warung-warung yang tidak memiliki izin edar.

​Penertiban Premanisme: Sejumlah orang yang diduga melakukan aksi pungutan liar (pungli) dan tindakan premanisme di titik-titik keramaian diamankan untuk diberikan pembinaan serta pendataan.
​Patroli Wilayah: Petugas juga menyasar pangkalan ojek, terminal, dan area parkir guna memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.

​Partisipasi Masyarakat
​Pihak kepolisian juga mengajak warga Rancaekek untuk tidak ragu melaporkan jika melihat adanya praktik penjualan miras atau tindakan premanisme di lingkungan mereka.

​"Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi kolaborasi bersama. Kami mengapresiasi informasi dari warga yang membantu kami bergerak cepat melakukan penindakan," tambahnya.

Editor :Tony Rosaman

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama