Menteri Agama RI Lantik Pengurus IPIM Jabar 2026-2031 di PP Al-Falah Cicalengka, Tegaskan Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kurikulum Cinta
CICALENGKA, BANDUNG – Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, menjadi saksi momentum penting bagi penguatan syiar Islam dan kerukunan bangsa di Jawa Barat. Pada hari ini, Selasa (09/06/2026), dilaksanakan agenda ganda yakni Kuliah Umum sekaligus Pelantikan Pengurus Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2026–2031.
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang sekaligus melantik jajaran pengurus baru IPIM Jawa Barat.
Pelantikan IPIM Jabar: Masjid sebagai Pusat Peradaban
Prosesi pelantikan pengurus IPIM Jabar masa bakti 2026-2031 berlangsung khidmat. Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan bahwa imam masjid memiliki peran strategis yang tidak hanya memimpin salat jamaah, tetapi juga menjadi poros perekat umat dan benteng moral masyarakat.
"IPIM harus mampu mengembalikan fungsi masjid sebagaimana zaman Rasulullah SAW, yaitu sebagai pusat peradaban, edukasi, dan penyebar kedamaian," ujar Menag dalam sambutannya.
Kuliah Umum: Penguatan Pesantren Lewat "Kurikulum Cinta"
Usai melantik pengurus IPIM, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar memberikan Kuliah Umum di hadapan ratusan santri, ulama, tokoh masyarakat, dan akademisi yang memadati area Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah 1.
Kuliah umum kali ini mengusung tema yang sangat mendalam: "Penguatan Pesantren dengan Moderasi Beragama Berbasis Kurikulum Cinta".
Dalam paparannya, Menag menjelaskan bahwa pesantren adalah pilar utama dalam menjaga NKRI melalui pemikiran Islam yang wasathiyah (moderat). Namun, pendekatan moderasi beragama saat ini harus bertransformasi dengan menyentuh aspek terdalam manusia, yaitu hati. Di sinilah "Kurikulum Cinta" menjadi relevan.
Pendidikan Berbasis Kasih Sayang: Kurikulum Cinta mengedepankan pendekatan dakwah dan pendidikan yang humanis, inklusif, dan penuh kasih sayang, bukan doktrinasi yang kaku atau menghakimi.
Deradikalisasi Alami: Pesantren yang menerapkan nilai-nilai "cinta" secara otomatis akan melahirkan santri yang toleran, menghargai perbedaan, dan anti-kekerasan.
Harmoni Sosial: Penguatan moderasi beragama dari bilik pesantren diharapkan mampu memancar ke tengah masyarakat luas, menjaga Jawa Barat tetap kondusif dan harmonis.
Apresiasi dari Tuan Rumah
Pihak otoritas dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah 1 Cicalengka menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai tempat penyelenggaraan acara berskala regional dan nasional ini.
Kehadiran Menteri Agama dinilai menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi seluruh civitas akademika pesantren untuk terus konsisten mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang berwawasan luas dan berkarakter kebangsaan yang kuat.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Menteri Agama RI, pengurus IPIM Jawa Barat yang baru dilantik, serta para kiai dan sesepuh Pondok Pesantren Al-Falah 1 Cicalengka.
Editor: Tony Rosaman