Kemeriahan Milangkala Paguyuban Tani: Wayang Golek Giri Harja 2 Putu Hibur Warga Papakserang Ciparay
Ciparay, 11 Oktober 2025 - Warga Dusun Papakserang, Desa Serang Mekar, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, malam ini (11/10/2025) disuguhkan hiburan rakyat yang meriah dalam rangka memperingati Milangkala (Hari Jadi) Paguyuban Tani ke-3. Puncak acara tersebut dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Golek dari lingkung seni ternama, Giri Harja 2 Putu, yang dipimpin langsung oleh Ki Dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya.
Acara yang dipusatkan di Lapangan Voli Paser, Kampung Papakserang RT 01/06 ini, menjadi magnet bagi ribuan warga dari Serang Mekar dan sekitarnya. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari, menantikan penampilan Ki Dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya yang dikenal dengan gaya pementasan yang enerjik dan penuh inovasi, melanjutkan tradisi almarhum Asep Sunandar Sunarya.
Pagelaran wayang golek ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wujud syukur dan ajang silaturahmi bagi para anggota Paguyuban Tani serta seluruh masyarakat. Dalam sambutannya, perwakilan Paguyuban Tani menyampaikan harapan agar organisasi tersebut dapat terus maju, meningkatkan kesejahteraan petani, dan berkontribusi positif bagi desa.
"Milangkala ke-3 ini adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan kami sebagai paguyuban. Kehadiran Ki Dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya dengan Giri Harja 2 Putu adalah kado istimewa yang kami persembahkan untuk seluruh masyarakat dan petani di Papakserang," ujar salah satu panitia acara.
Ki Dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya, bersama nayaga dan sinden Giri Harja 2 Putu, menampilkan lakon yang sarat makna, diselingi dengan banyolan segar yang membuat penonton tertawa riang. Pertunjukan wayang golek yang merupakan warisan budaya Sunda ini sukses memadukan unsur tradisi, seni, dan pesan moral, menjadikannya tontonan yang edukatif sekaligus menghibur.
Acara Milangkala Paguyuban Tani ke-3 ini menegaskan komitmen masyarakat Papakserang untuk terus melestarikan seni budaya lokal sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga, menjadikan Wayang Golek sebagai media yang efektif untuk menyuarakan semangat
kebersamaan dan optimisme di kalangan petani. Pagelaran ini berlangsung hingga dini hari, meninggalkan kesan mendalam dan kenangan manis bagi seluruh hadirin.
Editor: Tony Rosaman