Siap-Siap! Operasi Lodaya 2026 Serentak di Jawa Barat Mulai 8 Juni, Ini Sasaran Utamanya
BANDUNG — Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bersiap menggelar operasi keselamatan lalu lintas skala besar dengan sandi Operasi Lodaya 2026. Operasi ini akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukum Jawa Barat selama dua pekan, terhitung mulai 8 Juni hingga 21 Juni 2026.
Bagi Anda pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun mobil, pastikan untuk memeriksa kembali kelengkapan kendaraan dan surat-surat berkendara sebelum bepergian. Pasalnya, petugas akan disiagakan di berbagai titik dan jalur-jalur utama di seluruh kota/kabupaten se-Jawa Barat.
Fokus Sasaran Penertiban Operasi Lodaya 2026
Pihak kepolisian menegaskan bahwa operasi kali ini berfokus pada pelanggaran-pelanggaran kasat mata yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas serta tindakan kriminalitas di jalan raya. Berikut adalah beberapa poin penting yang menjadi target utama petugas di lapangan:
Penggunaan Helm SNI: Bagi pengendara dan penumpang sepeda motor, wajib menggunakan helm berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Pengendara yang kedapatan tidak memakai helm akan langsung ditindak.
Pemalsuan Pelat Nomor (TNKB): Tindakan tegas akan diambil bagi pemilik kendaraan (motor maupun mobil) yang menggunakan pelat nomor palsu atau tidak sesuai dengan STNK. Hal ini menjadi perhatian serius demi menekan angka kriminalitas dan menghindari pemalsuan identitas kendaraan.
Kelengkapan Fisik Kendaraan: Motor dan mobil harus dilengkapi dengan komponen standar pabrikan. Bagi kendaraan roda dua, penggunaan kaca spion di kedua sisi hukumnya wajib.
Larangan Knalpot Brong/Bising: Knalpot yang tidak standar atau memicu suara bising (knalpot brong) akan menjadi sasaran utama razia untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Penjagaan Ketat di Setiap Jalur
Operasi Lodaya 2026 tidak hanya berpusat di jalur protokol perkotaan, tetapi juga menyasar jalur arteri, jalur penghubung antar-kota, hingga area rawan pelanggaran. Petugas akan menerapkan sistem stasioner (razia di titik tertentu) maupun hunting system (patroli bergerak).
Catatan Penting: Selain penindakan langsung (tilang) untuk pelanggaran berat, operasi ini juga mengedepankan edukasi dan teguran simpatik guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh warga Jawa Barat untuk selalu kooperatif, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Mari kita ciptakan jalan raya Jawa Barat yang aman, tertib, dan kondusif selama Operasi Lodaya 2026 berlangsung!
Editor: Tony Rosaman